Minggu, 23 Desember 2012

No Smoking

Him : De, ade nyalon aa nunggu diluar sambil ngerokok ya?

Ade : Ga mau a, ade ga mau aa ngerokok.

Him : Yeh ini mah makanya aa nganter ade nyalon biar aa bisa sambil ngerokok diluar nungguin ade.

Ade : Pokoknya ade ga mau aa ngerorok. Ade ga mau aa cepet mati.

Him : Siapa yang bakal tau umur orang de, emang rokok bisa bikin umur orang pendek.

Ade : Ya gitu deh, kan rokok banyak efek buruknya buat tubuh. Ade ga mau aa mati duluan.

Him : Enggak ah, pokoknya aa mau mati sehari sebelum ade mati, biar aa ga ditinggal mati sama ade.

:'''''''''

Sabtu, 22 Desember 2012

Galaksi Bima Sakti Kita

Kamu itu layaknya matahari yang dijadikan pusat dari planet-planet yang mengelilingi orbitnya.

Tapi cuma aku yang jadi buminya.

 Aku, bumimu, yang karena cahayamu bisa memberikan kehidupan.

Hanya aku yang paling bisa memanfaatkan apa yang terpancar dari kamu. 

Semuanya itu aku berikan dalam bentuk kehidupan.

Yang lainnya hanya planet mati tak beratmosfer, tak ada air dan tak ada kehidupan.

Pendar sinarmu pun tak ayal gunanya bagi mereka. 

Planet lain ada dan tetap pada orbitnya untuk meramaikan kehidupan di bumi.

Serta untuk menegaskan bahwa kamulah pusatnya.

Planet lain hanya berguna untuk diceritakan pada anak2 kehidupan bahwa disekeliling kita ada mereka


Rabu, 05 Desember 2012

gue ga bisa bedain mana jatuh cinta dan mana perasaan "hanya" nyaman saja sama seseorang. tapi kalo ada orang rela gue bangunin cuma buat manasin air demi gue yang alergi dingin terus kebelet pipis tengah malem. gue kira orang itu bukan "hanya" nyaman saja buat gue.

-Fetty dan sedikit keyakinan buat kamu.

Sabtu, 24 November 2012

Tentang Rindu

me  : boleh ade tanya sesuatu?
him : apa?
me  : Berapa lama waktu yang aa butuhkan buat ngerasa kangen sama ade atau kepengen ketemu ade setelah kita ketemu?
him : selalu
me  : terus gimana bisa aa ngebiarin ade pulang atau ade pergi ke purwokerto  atau aa memutuskan pulang dari rumah ade?
him : :D
me  : gimana bisa aa nolak buat ketemu ade saat ada kesempatan ade lagi di garut?
him : semua gak mungkin gak ada yang gak bisa.
me  : ok, kasih tau ade caranya? Ngatasin semua perasaan itu?
him : jangan selalu memaksakan kemauan hati... harus ada dimana saat kita buat berbagi waktu dan keadaan.

Jumat, 23 November 2012

DOA UNTUK KAMU

Allahuakbar.
Pada sujud terakhir di tiap shalat ku, aku panjatkan doa untukmu.
Seperti yang Ayah pernah ajarkan buat ku, dari sejak aku belum bisa membaca dan menghapal rangkaian huruf hijaiyah.
"Panjatkan doa ade untuk orang yang ade sayang di sujud terakhir ade di tiap shalat ade, karena saat sujud-lah keberadaan manusia dengan Allah sangatlah dekat" begitu ucap Ayah.
Tanpa meragu, saat itulah waktu yang tepat buat ku mendoakan mu, mendoakan kita.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selepas dua salam, dan memalingkan muka ke kanan-kiri.
Aku mendoakan mu dalam kesungguhan, selepas urutan Ibu-Ayah dan saudara kandung ku.
Mendoakan kita, jika jodoh bukan tentang perasaan, maka semoga kita berjodoh pada waktu dan restu yang tepat.

Kamis, 22 November 2012

"Six Degrees Of Separation"



You've read the books,
You've watched the shows,
What's the best way no one knows, yeah,
Meditate, get hypnotized.
Anything to take from your mind.
But it won't go, ohhhh ohhh
You're doing all these things out of desperation,
Ohhh ohhh,
You're going through six degrees of separation.

You hit the drink, you take a toke
Watch the past go up in smoke.
Fake a smile, yeah, lie and say that,
You're better now than ever, and your life's okay
When it's not. No.
You're doing all these things out of desperation,
Ohhh ohhh,
You're going through six degrees of separation.

First, you think the worst is a broken heart
What's gonna kill you is the second part
And the third, Is when your world splits down the middle
And fourth, you're gonna think that you fixed yourself
Fifth, you see them out with someone else
And the sixth, is when you admit that you may have fucked up a little

(Oh no there ain't no help, it's every man for himself)
(No no there ain't no help, it's every man for himself)

You tell your friends, yeah, strangers too,
Anyone who'll throw an arm around you, yeah
Tarot cards
Gems and stones,
Believing all that shit is gonna heal your soul.
Well it's not, no, wohhhh

You're only doing things out of desperation,
Ohhh ohhh,
You're goin' through six degrees of separation.

First, you think the worst is a broken heart
What's gonna kill you is the second part
And the third, Is when your world splits down the middle
And fourth, you're gonna think that you fixed yourself
Fifth, you see them out with someone else
And the sixth, is when you admit that you may have fucked up a little

No there's no starting over,
Without finding closure, you'd take them back,
No hesitation,
That's when you know you've reached the sixth degree of separation

No there's no starting over,
Without finding closure, you'd take them back,
No hesitation,
That's when you know you've reached the sixth degree of separation

First, you think the worst is a broken heart
What's gonna kill you is the second part
And the third, Is when your world splits down the middle
And fourth, you're gonna think that you fixed yourself
Fifth, you see them out with someone else
And the sixth, is when you admit that you may have fucked up a little

Senin, 19 November 2012

satu alasan

kasih ade alasan kenapa ade harus tetap bertahan?

aa sayang ade.

(dilain waktu)

kenapa sekarang aa memilih untuk mundur (putus) ?

cuma karena aa (terlalu) sayang ade.


satu alasan, satu konteks.

ternyata "aa sayang ade" ibarat pisau bermata dua,

menjadi alasan kenapa ade harus bertahan buat aa juga menjadi alasan buat aa meninggalkan ade.

pendamping


" Dalam memilih calon pendamping, jangan terlalu mengandalkan akal. Jika terlalu mengandalkan akal, semuanya akan dipertimbangkan nalar. Maka tanyalah perasaanmu, tanyalah hatimu. Kalau hati sudah cocok, carilah pembenarannya lewat akal. "

M. Quraish Shihab

Jumat, 09 November 2012

Kita memang tidak bisa, tapi Tuhan mampu. Dan kamu tidak mau.

Senin, 05 November 2012

JODOH itu adalah rasa-orang-waktu dan restu yang saling bertemu dalam keTEPATan :)

Selasa, 30 Oktober 2012

Vino and Marsha Story Of Us, Kisah Cinta, Pertemanan dan Pernikahan


marsya: cinta itu indah tapi ngejalaninnya gak semudah dan gak semulus cerita di dongeng

vino: gue gak peduli orang yang mandang sebelah mata hubungan gue sama dia. gue gak takut sama orang-orang yang berusaha sekuat tenaga buat ngehancurin dan misahin gue sama dia. tapi yang gue takutin cuma satu..

marsya: yaitu saat gue ngebuka mata gue di pagi hari dan gue tau kalo dia udah gak cinta lagi sama gue. 

marsya: ibarat lego, gue seperti nemuin part dari hidup gue yang ilang. gue butuh dia dalam hidup gue. sama dia gue ngerasa komplit. gue ngerasa lebih punya arah dan tujuan hidup yang lebih pasti.

vino: sama dia gue nemuin tempat gue sendiri. rumah gue sendiri. gue nemuin dunia gue sendiri. nemuin apa artinya hidup yang Tuhan kasih.

marsya: sama dia gue ngerasa menjadi lebih hidup. ngerasa kalo keberadaan gue ini sangat berarti buat orang lain. gue ngerasa kalo ada orang lain yang sangat cinta sama gue.

vino: dan yang paling penting adalah saat sama dia gue baru tau dan gue baru bener-bener ngerasain yang namanya jatuh cinta.

marsya: hidup itu pilihan. kita sendiri yang nentuin kemana arah hidup kita. tapi kalo cinta?

vino: cinta gak bisa milih, apalagi buat dipaksain. tapi saat lo mulai sadar kalo yang rasain itu bener2 cinta, kejar terus! sampe matipun harus lo perjuangin.

marsya: gue baru tau kenapa Tuhan menciptakan manusia tidak ada yang sempurna. itu karena Tuhan udah nyiptain manusia lain yang akan jadi pasangan hidup kita untuk mengisi bagian yang tidak sempurna itu.

vino: agar kita melebur jadi satu bagian yang gak terpisahkan. saling isi kekurangan satu sama lain sehingga jadi sesuatu yang utuh, yang benar-benar sempurna.

(copywrite from Vino and Marsha Story Of Us, Kisah Cinta, Pertemanan dan Pernikahan.)

Rabu, 17 Oktober 2012

Kok ade tau aa pake no ini? | aa kan pernah sms ade pake no ini. | iya kenapa tau aa sekarang pake no ini? | feeling aja *entahlah a, hati ade menuntun untuk menghubungi aa ke no ini*

Senin, 15 Oktober 2012

Bekal Buat Kamu

Saya tidak bisa memaksa seseorang untuk tetap mencintai saya, 

sama seperti saya tidak bisa memaksa pada siapa saya akan jatuh cinta.

Bahkan jika kini kamu bersikukuh untuk pergi,

saya akan tetap biarkan kamu pergi.

Bukan saya tak peduli.

Saya akan membekali kamu kok!

Saya beri kamu lima; sejumlah jari yang saya berikan untuk kita saling menggenggam, sejumlah yang kamu tampilkan jika kita berhasil satu hal.

Lima untuk sebotol oksigen, jaket tebal, mesin jahit, lentera, cabe rawit.



SEBOTOL OKSIGEN. Jika sesakmu kambuh hirup untuk melegakan hidupmu, atau hempaskan saja sama seperti kamu hempaskan saya.

JAKET TEBAL. Jika kamu menggigil, pakailah! 

Kehangatannya serupa pelukan saya ke kamu.

Bila kamu merasa dingin, saya juga menggigil sendiri

MESIN JAHIT. Jika sanggup, kamu bisa kembali jahitkan kenangan, waktu, kepercayaan yang sempat robek.

Tolong sematkan benang merah antara kamu dan saya, saat kamu butuhkan pakaian yang layak.

LENTERA. Nyalakan dalam kegelapan, sinarnya akan menemani.

Sama seperti saya pernah menemani kamu.

Padamkan jika pagi datang, begitulah caramu padamkan harapanku.

CABE RAWIT. Kunyahlah disetiap jam makanmu,

rasakan pedasnya tapi kamu menikmatinya sebagai sensasi "rasa" lain dalam menu mu.

Serupa "rasa" mencintaimu kepada saya,

anggaplah penambah sensasi dalam hidupmu.

Kamu berhenti dan jera ketika "sariawan". Tapi kamu tahu hambar "rasa" pada menu makanmu, hidupmu, tanpa CABE RAWIT.

Selasa, 02 Oktober 2012

Langkah Kaki


Seperti keputusan awal yang kita buat bersama dipertengahan kebersamaan kita
Setiap ketidakyakinan atas intervensi dari pihak lain
Kita masih memilih untuk saling percaya dan bersama
Percaya bahwa aku akan dapat menerimamu apa adanya
Percaya bahwa kamu akan menjadi yang tebaik,
Terbaik untuk setengah perjalanan usiaku mengenalmu,
Dan bersama selamanya untuk waktu yang kita tak pernah tahu sampai kapan.
Terpautnya hati dan sadarmenyadarkan akan sulit untuk bersama
Kita memilih untuk melakukannya
Aku berdiri di atas kakiku, kamupun demikian.
Kita sama-sama melangkah untuk satu tujuan di dua arah yang berbeda
Apalah itu yang kutahu bahwa kita saling mendekat!
Aku melangkah ke arah mu, kamu melangkah ke arah ku
Hingga pada akhirnya kita kan bertemu pada satu waktu-tempat-restu
Kelak mungkin kita akan menyerah, entah aku atau kamu
Tapi tolong, jangan terlalu cepat... biarkan...
Biarkan sampai pada titik hati ini terlalu lelah untuk memperjuangkan
Tidak saling meninggalkan atau ditinggalkan, peluhlah yang membuat demikian
Atau berilah kesempatan waktu untuk membuktikan tatkala kita tak sanggup mendengarkan suara hati

Waktu bisa buktikan, meski tak mampu memperingatkan 
Siapa yang datang, pergi, atau selamanya bertahan 
Atau waktu yang akan membiarkan bahwa peluh pun akan mengering dan menguap 
Hingga kita lupa saat kembali beristirahat dan saling bersandar
Sekarang ataupun nanti, berpeluh atau tertawa
Kamu telah mengenalku :) 

Selasa, 18 September 2012

kamu dan aroma kopi

kamu, sehangat aroma kopi di pagi hari. menenangkan dan mampu memberi semangat. sederhananya aku kecanduan kamu :)

Mana Mungkin Aku Setia… (B.J. Habibie for Ainun Habibie)



Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,

dan kematian adalah sesuatu yang pasti,

dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan

bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,

sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,

hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,

pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada.

“Aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.”

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,

tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.

Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,

tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta,

sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,

kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku,

Selamat jalan, calon bidadari surgaku …

Kami

kami akan baik-baik saja karena kami saling menjaga

kami tidak saling meninggalkan atau ditinggalkan

kami tidak saling menyakiti dan kami saling menghargai

semua itu hanya karena kami saling menyayangi jauh sebelum kami saling menyadari 

bahkan jika hati kami sudah tak dapat dijadikan pedoman
kami serahkan pada WAKTU

waktu mampu tunjukkan siapa yang datang, bertahan, pergi dan selamanya tetap bertahan 

Minggu, 08 Juli 2012

berlari ke arah mu

Ketika saling mencintai dengan jarak membentang,
terkadang kita tak perlu sama-sama berlari menuju satu titik
Tatkala saatnya aku lelah berlari, 
aku perlu beristirahat dan biarkan kamu bergerak dan berlari menuju kearah ku
Aku menunggu 
Menghela nafas hingga energiku pulih untuk kembali berlari menuju titik tengah ke arahmu
Jika saatnya kamu mulai lelah, 
aku tak memaksamu untuk berlari.
Berjalanlah perlahan, 
mengatur nafas dan istirahatlah sejenak
Saat itulah, giliranku untuk bergerak sendiri menuju titik tengah di arah mu, 
entah berjalan atau berlari, ku pastikan fokusku konstan
Karena ada masanya kita akan sama-sama berlari menuju satu titik,
 atau bergantian, selama tdk ada masa kita sama-sama berdiam di tempat
Hingga pada waktunya jarak dan waktu mampu kita taklukan,
bersama. Aku dan kamu
Tak peduli seberapa banyak peluh yang telah berceceran di sepanjang perjalanan.
Pada titik itu kita akan menikmati segelas air bersama 
Tak peduli ada kerikil atau batu besar, kita bisa loncati.
Tak peduli ada jurang, kita mampu bangun jembatan
Kalau sudah cinta apa mau dikata, 
karena meski lelah dan berpeluh, 
cinta kan indah pada waktunya

Sabtu, 07 Juli 2012

Mencintai dengan Jarak

selalu ada alasan kenapa kita sampai pada titik ini.
dimana kita baru menyadari dan mulai merenungkan, bukan dari awal saat kita akan melangkah.
dapat dipastikan pada titik itulah kita merasa kebingungan untuk melangkah maju, tak mungkin untuk mundur dan jengah berdiam di tempat.
Seperti saat ini, saat aku mulai berpikir "kita saling mengenal sejak dahulu, mengapa kita baru bersama sekarang dengan jarak terbentang sejauh 7 jam perjalanan" alasannya mungkin banyak dan yang paling aku yakini adalah karena "jika bukan sekarang, kita ga akan sebahagia ini. jika sedari dulu antara kita akan dikuasai ego dan sifat kekanakan." Kini saat ada kendala menghampiri, egoku pun masih menguasai, namun aku merenung dan mengingat kembali apa yang terjadi sejak 8 tahun lalu antara kita.
Terkadang kita hanya perlu diam dan biarkan semesta bekerja, buat kita, menyelesaikan masalah.
Diam dan biarkan semesta bekerja, seperti dahulu semesta pernah meluluhlantahkan kita.
Semesta mempertemu-pisah-temukankembali kita.
Kini hal indah yang pernah kamu lakukan di masa silam, kita nikmati dan tertawakan bersama, bukan mengejek sesungguhnya itu adalah hal paling manis yang pernah kamu lakukan buat aku.
Aku mencintai dari jauh, saat jarak membentang, dan aku menjagakan hati ini buat mu :')

Senin, 18 Juni 2012

pada yang ku cinta

untuk setiap pagi yang kau lalui dengan mata terpejam,
untuk sore jingga kelana yang tak kau nikmati,
aku ucap selamat malam pada fase kita sempat terjaga bersama :)

LOVE vs. TWITTER

Love is not like twitter.
In twitter, when I follow you. It doesn't mean you must follow me back.
But for love, when I love you. It means you must love me back!

Selasa, 01 Mei 2012

dimana gue bisa men-download progam semacam autotranslate yang menterjemahkan kata "SULIT" menjadi "MENANTANG" kemudian dengan segera gue akan menginstalnya (saya dalam keadaan unproductive)

Senin, 30 April 2012

Rabu, 25 April 2012

Saya mungkin tidak percaya pada karma, tapi Haqulyakin Allah itu Maha Adil

Senin, 23 April 2012

Malam di Kota Impian

Dia masih melingkarkan lengannya dipinggangku, seraya membisikan “kamu bahagia sekarang?”

Aku mengangguk perlahan, seolah tak ingin lengannya beralih. Dalam hati aku ingin bersorak bahagia karena bisa menghabiskan waktu dengannya lagi. Menikmati pergantian tahun dibawah langit malam dan hujan kembang api yang bertubi-tubi di salah satu sudut kota impian aku yang kini dijamah dia. Aku tersenyum, mengingat betapa naïfnya aku dulu dan kini aku yang nyaris memohon padanya untuk tak meninggalkanku. Aku bahagia untuk setiap wanita lain yang patah hati dan tersisihkan, bahagia kemenangan karena kini aku dapat menghabiskan waktu dengannya.

Malam ini aku kalah, berniat jual mahal dan tahan harga diri, tapi dada bidang berbingkai bahu tegapnya terlalu menggoda, meluluhkan setiap pertahananku. Leherku melemas, kepalaku terasa berat, aku sandarkan kepala ini pada dadanya. Dia merespon dengan gerak tubuh yang sangat aku kenal, badannya tetap rileks, aku salut pada kemampuannya mengendalikan diri.  Tangan lainnya kini membelai rambutku, kadang-kadang menggulung-gulungnya seperti spagethi dengan jarinya sebagai garpu. Aku menyukai saat-saat seperti ini. Sejak tujuh tahun yang lalu dia memang suka sekali memainkan rambutku. Dia suka mencium wangi rambutku sejak beraroma stroberi hingga kini beraroma campuran hibiscus dan mawar merekah. Aku bisa mendengar degup jantungnya kini, hembusan nafasnya menggelitik. Aku tertawa renyah, terlontar kata “aku kangen kamu yang dulu”.

Dia tersentak, menjauhkan kepalaku dari dadanya, namun aku tolak dengan usaha semakin membenamkan wajahku di dadanya. Dia tertawa, aku dengar seolah menertawakanku.

“Pasti mukamu merah sekarang?”

“Enggak! Biasa aja…”

“Kenapa ga mau lihat wajahku?”

“Bukan wajahmu, aku ga sanggup lihat matamu.”

Hening sesaat, kemudian dia tertawa seraya berkata, “Kamu dulu nganggep aku seperti apa?”

“Seperti apa adanya kamu”

“Tapi orang-orang menjelek-jelekan aku kan di depan kamu?”

“Aku ga ambil pusing, yang paling penting sikap kamu ke aku!”

“Terus kenapa dulu ambil keputusan sepihak buat mutusin aku, tanpa penjelasan?”

“Entahlah, mungkin aku masih terlalu kekanakan dulu. Maaf .. . “

“It’s ok! Meskipun aku sempat terluka, aku bahagia kamu tidak seperti yang lain”

“Seperti yang lain? Maksudmu apa?”

“mereka yang  menjelek-jelekan aku”

“errrr mungkin mereka ngefans sama kamu?”

Dia tertawa terbahak, hingga bahunya berguncang, aku bingung, tidak senang lebih tepatnya karena pelukannya kini melonggar. Sedikit menghardiknya,

“kamu kenapa?! Malah tertawa, apa ada yang lucu”

“hahaha, iya yang lucu itu kamu” sembari mencuil hidungku yang memang hanya secuil ini dengan gemas. “mana mungkin banyak orang ngefans aku, aku ga punya apa-apa untuk dibanggakan, aku bukan terlahir dari keluarga yang kaya. Apa yang mereka cari dari sekedar aku!”. Ada nada sedikit mengumpat pada kalimat terakhirnya.

Aku kebingungan dengan reaksinya, “kan aku bilang mungkin lho ya, jangan kegeeran dulu!” sembari memainkan jemariku di dadanya. 

Aku suka akhirnya perhatiannya kembali teralihkan pada diriku. Dia mengejar jemariku, menangkapnya dan menciumnya.

Di bangku Taman

Kamu.
Aku rasa tidak penting untuk mengatakannya kepada mu,
sebenarnya bukan tidak penting terlebih karena aku bingung untuk merangkainya dalam kata, menyampaikan kalimat secara tepat, bahkan menentukan huruf-huruf perangkainya aku kebingungan.
Entah huruf vokal atau konsonan terlebih dahulu yang harus aku tempatkan. Kompleks.
Ketika memilih kata yang terdiri dari empat huruf yang diawali dengan konsonan S, huruf vokal U posisi kedua, ketiga konsonan K dan terakhir vokal A. Rasanya tidak tepat sama sekali.
Karena ternyata kamu bukan seperti yang aku bayangkan dan aku inginkan. Tapi kamu memiliki sejuta pesona buatku.
Kamu menebar pesona, tapi hingga kini belum menuainya.
Ketika aku memilih kata yang selalu pujangga gunakan rasanya terlalu berlebihan.
Terlepas karena aku tahu betul bedanya gombal dengan romantis.
Kata "mencintai mu" itu terlalu sulit untuk aku maknai, karena sebenarnya aku hanya membutuhkan kamu ada disamping ku. Itu saja sudah cukup!
Sebenarnya saat kamu disamping aku, akan ada banyak hal yang dapat kamu ketahui tanpa aku harus mengucapkannya.
Kamu lihat, rasakan dan maknai segalanya.
Coba perhatikan pelangi, aku akan membantumu menguraikan mengenai warna pelangi padamu.
Nikmati langit sore, bersamaku rasakan saat orange hilang dan biru pun datang. Gradasi warnanya hadir menemani kita.
Aku ajak kamu menyelami lautan luas, maknai bahwa terumbu dan ikan dua makhluk dengan dimensi yang berbeda akan saling melindungi dan menopang kelangsungan hidup satu-sama lain secara bersamaan sangat indah hadir dalam satu frame pesona alam.

Pelangi itu membuat kita sadar bahwa perbedaan warna hanyalah pelengkap agar tampak indah, semuanya berasal dari satu apabila diuraikan. Putih lambang ketulusan dan hati yang suci.
Langit sore itu pertanda bahwa hidup memiliki dua-sisi, gelap dan terang. Kita takkan mampu menghindarinya, karena pada waktunya keduanya akan datang silih berganti tak pernah terlambat.
Mengenai terumbu karang dan ikannya? Ahh ya, aku tidak sedang berusaha membuatmu terikat denganku tapi alangkah indahnya jika kita ada dalam frame yang sama bukan? Bukan hanya ada aku, atau hanya ada kamu pada salah satu sudut. Ada kita, aku dan kamu, mengisi frame akan terlihat seimbang.
Yang dibutuhkan hanya temani aku duduk di bangku taman.

Minggu, 22 April 2012

#cumakamu

kasih ade alesan kenapa ade harus tetap bertahan? | aa sayang ade

Komunikasi


Tak menghubungi bukan berarti tak mengingatmu, 
bukan berarti aku sudah tak peduli lagi atau aku lelah menghubungimu. 
Aku melakukannya karena aku akan memberimu spasi, 
untuk melangkah dan bertindak sesuai logika dan kata hatimu. 
Jika memang dengan berjalan sendiri semuanya akan lebih baik.

Tak menghubungimu bukan berarti aku berhenti mengingatmu,
bukan berarti aku berhenti mendoakanmu.
Aku tetap mengingatmu dan mendoakanmu
minimalnya lima kali sehari didalam setiap sujudku.
Karena Tuhan Maha Mendengar meski terpisah jarak antara kita.

Tak menghubungimu bukan berarti aku sedang teramat-sibuk,
sejujurnya aku lebih sibuk memikirkanmu saat kita tak saling menyapa.
Aku kan tetap luangkan waktu untuk sekadar membalas pesan singkatmu
atau untuk mendengar suaramu yang sangat menyenangkan.
Karena perhatianmu yang selalu menghilangkan peluhku.

Tak menghubungimu bukan berarti aku tak ingin pula dihubungi olehmu
terkadang aku hanya ingin merasa dirindukan olehmu.
Atau melihat sejauh mana kamu bertahan tanpa kabar dariku
dan tertawa bahagia saat ternyata kamu menghubungiku lebih cepat dari yang ku kira.
Begitulah aku.

Agar kamu ketahui, kapanpun kamu menghubungi aku, aku akan meluangkan waktu untukmu
kapanpun kamu mengirimkan pesan singkat sesegera mungkin aku akan membalas.
Hanya karena aku selalu merindukanmu 
Tuhan jika memang dia jodohku, maka dekatkanlah. jika dia bukan jodohku, tolong dicek sekali lagi, barangkali ada yang salah :)

Sabtu, 21 April 2012

Shontelle - Impossible

Letter to all of you

Dear people, 

 

Please don't judge him by his cover. He's not perfect, I'm not either. But if he can make me laugh and feel warm at least once, causes I think twice. I want to hold on him because all I want is someone who will stay no matter how hard it is to be with me. 

Did you know that I really like his note "Jodoh ataupun enggak, Insya Allah kalo niatnya baik pasti jalannya juga baik buat kita" ? To tell you the truth, It's the best quote that I've ever heard.

Although in the end I've chosen the Wrong-One, the fault is not in our-LOVE. It's just because I've loved the wrong-people. He is just wrong for me, maybe He will good for another-one. We don't know and we never know until LOVE-itself has show-time.

Stupidly, I' falling in love with him. But everything we past by never we did stupidly. 

Thank's for gave me laugh, new perspective, open mind, and treat me like I'm his-fragile-baby.


Sincerely,

me ♥, 

a girl who can't against the world alone


Saya tidak paham apa itu cinta, dan saya tdk merasa sedang jatuh cinta. Saya hanya ingin jadi "penting" buat kamu, tanpa perlu awalan "ter-"

untuk kamu yang aku cintai dengan bodoh di 2012 :)
"Saya akan beri Anda kepercayaan, saya akan mengajari Anda keberanian" 
drg. Helmi Hirawan Sp.BM
Tanggal duapuluhdua kedua di tahunku yang ke duapuluhdua dan kali ini tidak berdua (sepertinya) :(

Jumat, 20 April 2012

Karena apa yang kamu inginkan tidak akan mudah kamu dapatkan. Perlu usaha dan doa. Kamu terlahir menjadi seorang pejuang (alm. Apa, 2008)

Kalo jodoh ga akan kemana, karena tulang rusuk ga akan tertukar. ♥

Sore Jingga Kelana


“Aku merasa, kamu merasa.
Kamu memilih diam dan aku menunggu. Hingga semuanya terlambat”



Aku tersenyum sendiri. Menikmati setiap gradasi warna yang berubah. Musim panas adalah musim kemenanganku dan sore adalah waktuku. Ada kehangatan yang kurasakan disela-sela jariku disertai kelembutan yang menggenggam. Aku menengadah menantang langit, aku yakin saat ini Tuhan sedang melukis langit dengan pena jingga kelananya. Tentu saja aku meyakininya seperti yang sering ayah ceritakan semasa hidupnya. Waktu terus berjalan dan aku sangat menyukainya, bahkan jika dapat kuhentikan pergeseran jarum jam akan kulakukan. Namun tentu saja itu hanya imaji yang tak akan mungkin terjadi, meski diusahakan waktu tak bisa ku kendalikan. Kini aku melihat jingga hilang dan biru pun mulai merambati langit. Tuhan telah bosan menggunakan pena jingga kelananya untuk hari ini. Kegiatan yang paling aku sukai sejak ayah telah tiada, sendiri atau ada yang menemani, seperti sore ini.
Telapak tangan kananku mulai berkeringat, sore di musim panas memang tetap hangat. Tapi kini berbeda, bukan karena udara dan cuaca. Sedari tadi temanku menikmati sore ada disampingku, menggenggam dan menatapku. Aku tak peduli karena terlalu sibuk melihat kertas gambar Tuhan di musim ini. 
Langit telah benar-benar berubah warna, kini menjadi sewarna tanpa gradasi, gelap dan jernih. Alam mengubah konstelasinya, tetap indah dengan taburan bintang dan bulan yang selalu setia pada bumi. Semilir angin semakin kencang. Aku tak bisa tetap pura-pura untuk mengabaikan ia yang ada disampingku. Tapi aku terlalu takut untuk memulai berbicara, otakku kosong tak ada ide untuk ku ubah menjadi sebuah topik menarik. Begitulah aku ketika menikmati alam, sedari kecil aku selalu menikmati alam dalam diam, ayahlah yang berceloteh dengan peluh di dahinya, mengubah apa yang terpetakan oleh indera penglihatan ke dalam pikiran dan hati. Kini, masih dalam diam, aku menikmati alam berdasarkan memori tentang ayah.
Semilir angin malam dan hembusan nafas saja yang menguasai malam itu. Dalam hati aku berhitung hingga sepuluh, pada hitungan kesepuluh itu aku akan membuat suasana ini menjadi berubah.
Enam! Hanya sampai hitungan keenam, dia mengalihkan pandangannya dari aku. Aku tersenyum, merasa lega karena mulai kaku dengan pandangannya, serba salah. Dia menatap langit, sekilas aku melirik dengan sudut mata dan melihat dia tersenyum saat melihat malam. Aku menunduk, leherku mulai pegal karena terlalu lama menengadah. Dia melepaskan genggamannya, aku menarik tangan.
“Langitnya indah ya?” tanyanya padaku,
“Aku lebih suka lembayung tadi” jujur aku menjawab
“Tapi malam kamu bisa melihat bintang, penunjuk arah buat nahkoda yang tersesat”
“Kamu membenci langit sore?” selidik ku ketus
Dia hanya tersenyum dan menggeleng. Aku bingung setengah mati akan jawabannya.
“Lantas apa yang kamu lakukan?” ujarku
“Bukan apa-apa, hanya ingin menemanimu.”
Aku menatapnya lama, dia tersenyum, mengelus rambutku dan mengacaknya perlahan.
“Apa yang kamu pikirkan? Tidak penting kenapa aku disini, aku akan selalu menemani kamu.”
***
            Rasanya aku telah menjadi gila, bagaimana bisa aku bertahan dengan wanita yang cukup aneh disampingku ini. Sedari tadi dia hanya menengadah, memandang langit yang berwarna jingga itu, dan aku sangat merasa dipusingkan. Rabun ayam. Sore seperti inilah yang tak berpihak kepadaku, seolah dunia menjauhiku. Tapi ada yang lain di soreku kini, aku memilih untuk memandangi sosok indah disampingku, semacam alien tapi ini cantik.
Astari, memang nama yang unik dan terdengar sangat familiar di telingaku. Sejak aku kenal dia seolah menjadi pusat perhatian, ya setidaknya bagiku. Entah rasanya tiba-tiba aku tidak bernyali, tak semudah sebelumnya. Aku mudah menafsirkan rasa, tidak kali ini. Aku hanya ingin bersamanya, aku tidak sedang jatuh cinta padanya. Aaah apalah artinya ini, aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamanya. Itu saja sudah cukup bagiku. 
***
            Musim telah berganti, perputaran waktu setengah tahun terlewati. Kini aku ada di musim yang aku benci, dimana Tuhan seolah menumpahkan cat kelabu pada kertas gambarnya. Musim penghujan, musim dimana aku tak memiliki memori banyak tentang ayah. Hanya sekali aku dan ayah pernah menikmati alam di musim penghujan.
Di hari pertama musim penghujan ketujuh dalam hidupku, ayah mengajakku bersenang-senang dengan alam. Saat tanah masih sangat gersang, mendung pertama datang dan tetesan air berebut untuk saling melepaskan dahaga bumi. Aromanya, perpaduan panas tanah dan dinginnya air, sejuk menyegarkan dan tak akan terlupa. Aku suka, tapi rasanya aneh. Hujan di musim penghujan ketujuh itu sangat deras, ayah membiarkan aku berjalan tanpa alas kaki di rerumputan yang terbentang. Kaki telanjangku mulai melesak tanah becek, geli, dingin, dan yaaa sedikit menjijikan. Kemudian ayah mengajakku terlentang di rumput yang becek itu, aku turuti, sebenarnya aku mulai menggigil. Menyenangkan rasanya menantang langit dan menikmati tetesan air yang berebut menyentuh kulit, kami tertawa. Kemudian aku membuka mata dan melihat putih, masker oksigen terpasang, badanku demam, dada sesak sekali, tapi sangat merasa bertenaga, aneh.
Kini aku tahu dan ayah sangat menyesal, aku alergi terhadap dingin, kehujanan membuat asmaku kumat. Perasaan aneh itu akibat dari suntikan adrenalin. Mulai saat itulah aku membenci musim penghujan, tak ada acara menikmati alam bersama ayah, sejak saat itu di setiap musim penghujan, ayah memilih membiarkanku tetap di dalam rumah, membaca buku cerita atau membiarkanku bermain Nintendo sendirian sepuas hatiku.
Setiap musim penghujan gerak kakiku terbatas, setiap kegiatan yang kulakuan diluar ruangan harus aku selesaikan sebelum hujan datang. Tapi dia tetap menemani, kadang dengan kehadiran atau melalui teknologi. Banyak sore mendung yang kami habiskan bersama, meski hanya dengan menonton Sponge Bob di ruang tv rumahku bersama coklat panas atau kadang-kadang cupcakes coklat yang dibuatkan Ibu khusus buat Mas Bagas, begitu biasa Ibu memanggilnya. Aku sangat menyukai acara kartun Sponge Bob, tertawa bersama bahkan pada tayangan yang telah diputar berulang oleh stasiun televisi itu.
Sepertinya, musim panas ataupun penghujan aku tetap ingin menghabiskan waktu bersamanya.
***
Aku tidak tahu apa yang membuat dia begitu murung, sulit sekali mengajaknya keluar. Sejak sekitar satu bulan ini, aku kira dia menghindari aku karena penolakannya terhadap ajakanku bertemu. Sesekali aku mengunjungi rumahnya, berkenalan dengan Ibu nya yang ramah. Meski kami tetap bertemu, tetap aneh rasanya. Di rumahnya aku tak dapat leluasa memandanginya, banyak waktu kami habiskan hanya untuk menonton film kartun Sponge Bob yang sebenarnya tak ku mengerti tentang cerita makhluk kotak kuning itu. Tapi aku ikut senang saja melihat dia, Astari si alien cantik, tertawa terbahak-bahak saat adegan lucu. Aku hanya menikmati coklat panas dan sesekali cupcakes coklat yang disuguhkan.
Dia memang tergila-gila pada tokoh kartun kotak kuning itu, saat di kampus dia bercerita bahwa dia ingin sekali hidup di Bikini Bottom. Menu favoritnya di kantin kampus adalah beef burger dan dia selalu mengatakan crabby patty saat memesannya, abang penjual hanya tersenyum paham karena hapal.
Aku merasa terjebak dalam dunia yang sama sekali bukan aku, aku menikmatinya sekaligus khawatir. Dia seolah tak paham setiap isyarat yang aku tunjukkan. Dia tak peduli pada perhatianku. Seolah dia memiliki dunia sendiri dan berusaha membaginya denganku. Aku merasa tak mampu bertahan seperti ini, tapi jika menyerah, aku pun tak mampu bertahan tanpa dia.
***
Mungkin ini yang namanya orang bilang jatuh cinta. Aku tak butuh alasan karena memang tak ada penjelasan yang menyertai. Aku merasa dia lah pusat gravitasiku, sama halnya seperti gravitasi bumi membuat segalanya jatuh menuju bumi. Segalanya tertuju padanya, aku jatuh padanya, jatuh cinta pada Bagas.
Tidak banyak waktu yang kami habiskan bersama, tapi setiap pertemuannya begitu berarti. Tidak banyak cerita yang kami utarakan satu-sama-lain, tapi banyak mimpi yang menginspirasi satu sama lain. Saat dia disampingku segalanya menjadi bermakna, meski sederhana dan dalam diam, dia selalu ada menemaniku. Kini aku paham, aku akan melakukan hal yang sama, mencintainya dalam diam.
***
Musim panas telah datang kembali, tetap dengan pesonanya. Namun baru kali ini aku merasa bersedih memandang lembayung. Cukup saja satu kali musim panas dan satu kali musim penghujan yang dilalui bersama dia. Tak ada lagi teman yang menggenggam jemari saat langit berwarna jingga. Meski Tuhan melukis langit dengan pena jingga kelananya tapi hatiku kelabu. Aku telah terlambat, sama seperti musim panas yang terlambat datang disaat musim penghujan kala bumi mulai banyak berubah akibat rotasinya.
Penyesalan datang karena aku memilih diam, bahkan berulah pun aku tak mampu. Aku, wanita telah digariskan untuk menunggu, hanya mampu menerjemahkan isyarat yang ditunjukan pria, Bagas. Selanjutnya hanya mampu menunggu, menunggu semampuku dalam kesabaran.

***
Semuanya telah berubah, aku telah mengambil keputusan. Segala isyarat yang ku tuang dalam setiap tingkah-laku tak berarti, seolah aku telah bertransformasi menjadi sosok yang sangat “bukan aku”. Astari tak bergeming dengan segala perhatian dan kebaikan yang ku tujukan untuknya. Semuanya terasa sia-sia, terlalu mencolok jika aku memaksakan menikmati sore jingga bersamaan dengan rabun ayamku, atau aku harus tertawa pada ulah makhluk kuning yang berulang ditayangkan.
Musim panas kali ini aku mencoba menjadi diriku sendiri, mampu mengartikan rasa pada sosok anggun wanita, bukannya alien cantik. Mencoba manjalani sesuatu yang seharusnya aku jalani bersama Astari, melakukan sesuatu yang sesuai dengan akalku dan siapa diriku. Menikmati musim panas juga musim penghujan tanpa pengecualian. Musim panas telah berlalu seiring perputaran waktu.
Di musim penghujan kali ini, aku bisa menikmati hari dengan seseorang tanpa harus terkungkung di dalam rumah. Seperti hari ini misalnya, kami menikmati makan siang di café dan memilih kursi tenda di teras café dibawah rintik hujan yang membuat basah, toh di atas meja kami ada payungnya. Pelayan café berpakaian necis menghampiri,
“Pesan apa kak?”
Spontan aku menjawab, “Crabby patty-nya dua dengan ekstra mayonnaise ya, dan jus jeruk dua” aku merasa ganjil, suaraku sepertinya menggantung.
Crabby patty?”
“Ah ya maksudku beef burger
“Ada lagi kak?”
“Cukup itu saja.”
Setelah mengulang pesananku, pelayan tersebut meninggalkan kami dengan sangat sopannya.
“Sayang, aku baru tahu cowo kaya kamu ternyata masih suka nonton kartun.”
Aku terjebak, terjebak dalam kenangan bersama Astari. Kini aku merasa telah kehilangannya, ternyata hal yang awalnya tidak aku sukai perlahan telah aku biasakan dalam kehidupanku hingga aku merasakan saat telah kehilangan moment itu. Aku menyadari cinta tak butuh kesamaan, dalam perbedaan kami, aku dan Astari, saling melengkapi. Tapi waktu tak akan berputar mundur, sama seperti hujan; selalu jatuh dari langit menuju gravitasinya, tidak akan pernah terjadi melawan gravitasinya. Tidak pernah!