Selasa, 18 September 2012

kamu dan aroma kopi

kamu, sehangat aroma kopi di pagi hari. menenangkan dan mampu memberi semangat. sederhananya aku kecanduan kamu :)

Mana Mungkin Aku Setia… (B.J. Habibie for Ainun Habibie)



Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,

dan kematian adalah sesuatu yang pasti,

dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan

bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,

sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,

hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,

pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada.

“Aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.”

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,

tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.

Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,

tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta,

sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,

kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku,

Selamat jalan, calon bidadari surgaku …

Kami

kami akan baik-baik saja karena kami saling menjaga

kami tidak saling meninggalkan atau ditinggalkan

kami tidak saling menyakiti dan kami saling menghargai

semua itu hanya karena kami saling menyayangi jauh sebelum kami saling menyadari 

bahkan jika hati kami sudah tak dapat dijadikan pedoman
kami serahkan pada WAKTU

waktu mampu tunjukkan siapa yang datang, bertahan, pergi dan selamanya tetap bertahan