Senin, 23 April 2012

Di bangku Taman

Kamu.
Aku rasa tidak penting untuk mengatakannya kepada mu,
sebenarnya bukan tidak penting terlebih karena aku bingung untuk merangkainya dalam kata, menyampaikan kalimat secara tepat, bahkan menentukan huruf-huruf perangkainya aku kebingungan.
Entah huruf vokal atau konsonan terlebih dahulu yang harus aku tempatkan. Kompleks.
Ketika memilih kata yang terdiri dari empat huruf yang diawali dengan konsonan S, huruf vokal U posisi kedua, ketiga konsonan K dan terakhir vokal A. Rasanya tidak tepat sama sekali.
Karena ternyata kamu bukan seperti yang aku bayangkan dan aku inginkan. Tapi kamu memiliki sejuta pesona buatku.
Kamu menebar pesona, tapi hingga kini belum menuainya.
Ketika aku memilih kata yang selalu pujangga gunakan rasanya terlalu berlebihan.
Terlepas karena aku tahu betul bedanya gombal dengan romantis.
Kata "mencintai mu" itu terlalu sulit untuk aku maknai, karena sebenarnya aku hanya membutuhkan kamu ada disamping ku. Itu saja sudah cukup!
Sebenarnya saat kamu disamping aku, akan ada banyak hal yang dapat kamu ketahui tanpa aku harus mengucapkannya.
Kamu lihat, rasakan dan maknai segalanya.
Coba perhatikan pelangi, aku akan membantumu menguraikan mengenai warna pelangi padamu.
Nikmati langit sore, bersamaku rasakan saat orange hilang dan biru pun datang. Gradasi warnanya hadir menemani kita.
Aku ajak kamu menyelami lautan luas, maknai bahwa terumbu dan ikan dua makhluk dengan dimensi yang berbeda akan saling melindungi dan menopang kelangsungan hidup satu-sama lain secara bersamaan sangat indah hadir dalam satu frame pesona alam.

Pelangi itu membuat kita sadar bahwa perbedaan warna hanyalah pelengkap agar tampak indah, semuanya berasal dari satu apabila diuraikan. Putih lambang ketulusan dan hati yang suci.
Langit sore itu pertanda bahwa hidup memiliki dua-sisi, gelap dan terang. Kita takkan mampu menghindarinya, karena pada waktunya keduanya akan datang silih berganti tak pernah terlambat.
Mengenai terumbu karang dan ikannya? Ahh ya, aku tidak sedang berusaha membuatmu terikat denganku tapi alangkah indahnya jika kita ada dalam frame yang sama bukan? Bukan hanya ada aku, atau hanya ada kamu pada salah satu sudut. Ada kita, aku dan kamu, mengisi frame akan terlihat seimbang.
Yang dibutuhkan hanya temani aku duduk di bangku taman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar