Seperti keputusan awal yang kita buat bersama
dipertengahan kebersamaan kita
Setiap ketidakyakinan
atas intervensi dari pihak lain
Kita masih
memilih untuk saling percaya dan bersama
Percaya bahwa aku akan dapat menerimamu apa adanya
Percaya bahwa kamu akan menjadi yang tebaik,
Terbaik untuk
setengah perjalanan usiaku mengenalmu,
Dan bersama
selamanya untuk waktu yang kita tak pernah tahu sampai kapan.
Terpautnya hati
dan sadarmenyadarkan akan sulit untuk bersama
Kita memilih
untuk melakukannya
Aku berdiri di
atas kakiku, kamupun demikian.
Kita sama-sama
melangkah untuk satu tujuan di dua arah yang berbeda
Apalah itu
yang kutahu bahwa kita saling mendekat!
Aku melangkah
ke arah mu, kamu melangkah ke arah ku
Hingga pada akhirnya kita kan bertemu pada satu waktu-tempat-restu
Kelak mungkin
kita akan menyerah, entah aku atau kamu
Tapi tolong,
jangan terlalu cepat... biarkan...
Biarkan sampai
pada titik hati ini terlalu lelah untuk memperjuangkan
Tidak saling
meninggalkan atau ditinggalkan, peluhlah yang membuat demikian
Atau berilah
kesempatan waktu untuk membuktikan tatkala kita tak sanggup mendengarkan suara
hati
Waktu bisa buktikan, meski tak mampu memperingatkan
Siapa yang datang, pergi, atau selamanya bertahan
Atau waktu yang akan membiarkan bahwa peluh pun akan mengering dan menguap
Hingga kita lupa saat kembali beristirahat dan saling bersandar
Sekarang ataupun
nanti, berpeluh atau tertawa
Kamu telah
mengenalku :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar