Ketika saling mencintai dengan jarak membentang,
terkadang kita tak perlu sama-sama berlari menuju satu titik
Tatkala saatnya aku lelah berlari,
aku perlu beristirahat dan biarkan kamu bergerak dan berlari menuju kearah ku
Aku menunggu
Menghela nafas hingga energiku pulih untuk kembali berlari menuju titik tengah ke arahmu
Jika saatnya kamu mulai lelah,
aku tak memaksamu untuk berlari.
Berjalanlah perlahan,
mengatur nafas dan istirahatlah sejenak
Saat itulah, giliranku untuk bergerak sendiri menuju titik tengah di arah mu,
entah berjalan atau berlari, ku pastikan fokusku konstan
Karena ada masanya kita akan sama-sama berlari menuju satu titik,
atau bergantian, selama tdk ada masa kita sama-sama berdiam di tempat
Hingga pada waktunya jarak dan waktu mampu kita taklukan,
bersama. Aku dan kamu
Tak peduli seberapa banyak peluh yang telah berceceran di sepanjang perjalanan.
Pada titik itu kita akan menikmati segelas air bersama
Tak peduli ada kerikil atau batu besar, kita bisa loncati.
Tak peduli ada jurang, kita mampu bangun jembatan
Kalau sudah cinta apa mau dikata,
karena meski lelah dan berpeluh,
cinta kan indah pada waktunya
Minggu, 08 Juli 2012
Sabtu, 07 Juli 2012
Mencintai dengan Jarak
selalu ada alasan kenapa kita sampai pada titik ini.
dimana kita baru menyadari dan mulai merenungkan, bukan dari awal saat kita akan melangkah.
dapat dipastikan pada titik itulah kita merasa kebingungan untuk melangkah maju, tak mungkin untuk mundur dan jengah berdiam di tempat.
Seperti saat ini, saat aku mulai berpikir "kita saling mengenal sejak dahulu, mengapa kita baru bersama sekarang dengan jarak terbentang sejauh 7 jam perjalanan" alasannya mungkin banyak dan yang paling aku yakini adalah karena "jika bukan sekarang, kita ga akan sebahagia ini. jika sedari dulu antara kita akan dikuasai ego dan sifat kekanakan." Kini saat ada kendala menghampiri, egoku pun masih menguasai, namun aku merenung dan mengingat kembali apa yang terjadi sejak 8 tahun lalu antara kita.
Aku mencintai dari jauh, saat jarak membentang, dan aku menjagakan hati ini buat mu :')
dimana kita baru menyadari dan mulai merenungkan, bukan dari awal saat kita akan melangkah.
dapat dipastikan pada titik itulah kita merasa kebingungan untuk melangkah maju, tak mungkin untuk mundur dan jengah berdiam di tempat.
Seperti saat ini, saat aku mulai berpikir "kita saling mengenal sejak dahulu, mengapa kita baru bersama sekarang dengan jarak terbentang sejauh 7 jam perjalanan" alasannya mungkin banyak dan yang paling aku yakini adalah karena "jika bukan sekarang, kita ga akan sebahagia ini. jika sedari dulu antara kita akan dikuasai ego dan sifat kekanakan." Kini saat ada kendala menghampiri, egoku pun masih menguasai, namun aku merenung dan mengingat kembali apa yang terjadi sejak 8 tahun lalu antara kita.
Terkadang kita hanya perlu diam dan biarkan semesta bekerja, buat kita, menyelesaikan masalah.
Diam dan biarkan semesta bekerja, seperti dahulu semesta pernah meluluhlantahkan kita.
Semesta mempertemu-pisah-temukankembali kita.Kini hal indah yang pernah kamu lakukan di masa silam, kita nikmati dan tertawakan bersama, bukan mengejek sesungguhnya itu adalah hal paling manis yang pernah kamu lakukan buat aku.
Aku mencintai dari jauh, saat jarak membentang, dan aku menjagakan hati ini buat mu :')
Langganan:
Komentar (Atom)