Bekal Buat Kamu
Saya tidak bisa memaksa seseorang untuk tetap mencintai saya,
sama seperti saya tidak bisa memaksa pada siapa saya akan jatuh cinta.
Bahkan jika kini kamu bersikukuh untuk pergi,
saya akan tetap biarkan kamu pergi.
Bukan saya tak peduli.
Saya akan membekali kamu kok!
Saya beri kamu lima; sejumlah jari yang saya berikan untuk kita saling menggenggam, sejumlah yang kamu tampilkan jika kita berhasil satu hal.
Lima untuk sebotol oksigen, jaket tebal, mesin jahit, lentera, cabe rawit.
SEBOTOL OKSIGEN. Jika sesakmu kambuh hirup untuk melegakan hidupmu, atau hempaskan saja sama seperti kamu hempaskan saya.
JAKET TEBAL. Jika kamu menggigil, pakailah!
Kehangatannya serupa pelukan saya ke kamu.
Bila kamu merasa dingin, saya juga menggigil sendiri
MESIN JAHIT. Jika sanggup, kamu bisa kembali jahitkan kenangan, waktu, kepercayaan yang sempat robek.
Tolong sematkan benang merah antara kamu dan saya, saat kamu butuhkan pakaian yang layak.
LENTERA. Nyalakan dalam kegelapan, sinarnya akan menemani.
Sama seperti saya pernah menemani kamu.
Padamkan jika pagi datang, begitulah caramu padamkan harapanku.
CABE RAWIT. Kunyahlah disetiap jam makanmu,
rasakan pedasnya tapi kamu menikmatinya sebagai sensasi "rasa" lain dalam menu mu.
Serupa "rasa" mencintaimu kepada saya,
anggaplah penambah sensasi dalam hidupmu.
Kamu berhenti dan jera ketika "sariawan". Tapi kamu tahu hambar "rasa" pada menu makanmu, hidupmu, tanpa CABE RAWIT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar